….MENIKAH DUNIA AKHIRAT………
July 29th, 2008 by ryan-bpsgk….Mohon Doa Restu Temen-temen semua…
Ryan Niat Menikah Tahun Ini…Untuk Undangan bisa di klik di halaman berikut ini terimakasih….
http://ryanangginikah.blogspot.com/
….Mohon Doa Restu Temen-temen semua…
Ryan Niat Menikah Tahun Ini…Untuk Undangan bisa di klik di halaman berikut ini terimakasih….
http://ryanangginikah.blogspot.com/
http://www.mualaf.com/index.php/hikmah-dan-kajian/Motivasi%20!/20-Motivasi%20!/474-kumpulkanlah-kembali-kapas-kapas-yang-tersebar
Thursday, 14 February 2008 09:30
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Pembaca yang budiman,
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian. Andrie Wongso
Brian May Selesaikan Tesis PhD Setelah 30 Tahun
London, 13 Juli 2007 09:34
The Times melaporkan, gitaris Queen, Brian May, Kamis (12/7), menyelesaikan tesis PhD yang dia mulai pada dasawarsa 70-an, setelah 30 tahun menjadi anggota salah satu band tersukses itu.
May, 59 tahun, adalah sarjana fisika lulusan Imperial College London, dan setelah selama bertahun-tahun mempelajari debu antar-planet. Ia mengabaikan tesis doktornya ketika Queen mulai melambung.
Minatnya muncul kembali ketika dia menjadi salah satu penulis buku Bang! The Complete History of the Universe, yang diterbitkan tahun lalu.
Buku itu membahas jagat raya, mulai dari big bang (ledakan besar) dan evolusi setelahnya.
"Selama sembilan bulan terakhir, saya tidak melakukan hal lain kecuali bekerja keras menyelesaikan PhD, yang syukurnya, sekarang sudah selesai," kata May kepada para mahasiswa pada upacara penyerahan gelar doktor kehormatan di Exeter University.
"Memang ada masa ketika anda benar-benar ingin menyerah. Ada saat anda mulai berpikir `buat apa saya melakukan ini?`."
May, yang mengerjakan tesis PhD-nya antara 1971 dan 1974, belum lama ini menemukan tesis itu di loteng rumahnya. Semua catatan itu ditulis tangan.
"Orang tahu dia di sini dan lumayan hebat bahwa dia kembali untuk menyelesaikan PhD-nya, meski dia jarang kelihatan," kata Abigail Smith, juru bicara Imperial College, sebagaimana dikutip The Times .
Gitaris grup legendaris itu akan menerima gelar PhD-nya, Mei 2008, jika dia lulus ujian tingkat doktor. [EL, Ant]
Sepenggal kisah dari Milis Bintang Pelajar
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, "Ayah tunggu kamu di sini pukul 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama."
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu ingat, jam telah menunjukkan pukul 17.30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang ternyata sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18.00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau terlambat?" Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya belum selesai sehingga saya harus menunggu."
Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kamu sehingga kamu tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah.
Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkan hal ini baik-baik." Lalu, dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dia alami hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Tobat, sesungguhnya. Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Itulah kekuatan tanpa kekerasan.
(Disadur dari The Power Of Nonviolence oleh Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan-CN02)
Selasa 3 maret 2007
Selasa 3 Maret 2007
‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN’
(dari seorang sahabat)
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga
dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama
dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan"
"Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk
dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah
seluruh permohonan yang tertulis pada kertas
dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor
yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman"
"Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia
diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup
yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan
dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai
pada ujung terjauh koridor panjang tersebut
dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat
yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan.
Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa
hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas.
"Setelah manusia menerima rahmat yang
mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan
pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan
terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat.
"Cukup berkata, ‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN,
Terima kasih, Tuhan".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri",
tanyaku. Malaikat-ku menjawab,
"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es,
pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu
dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya
dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank,
di dompetmu, dan uang-uang receh,
maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu,
engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga…. "Jika engkau bangun pagi ini dengan
lebih banyak kesehatan daripada kesakitan …
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak
orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang,
kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan,
atau kelaparan yang amat sangat …..
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan
religius tanpa ada ketakutan akan
penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian …
maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.
"Jika orangtuamu masih hidup
dan masih berada dalam ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan,
engkau unik dibandingkan semua mereka yang
berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika engkau dapat membaca pesan ini,
maka engkau menerima rahmat ganda,
yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir
bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya,
dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada
lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan
tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu,
hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Dan jika engkau berkenan,
kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu
untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua.